//
you're reading...
Filsafat Hukum

Tentang Pengertian Hukum dan Definisi Hukum Menurut Teori dan Filsafat Hukum

Oleh : Tommi Ricky Rosandy, S.H.,M.H.

Pasti bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi mendengar kata “hukum” di mana banyak orang mengartikan hukum sebatas aturan atau Undang-Undang semata. Seperti yang kita ketahui bahwa Namun apakah hal demikian itu tepat ? Dari mana kata hukum berasal dan diserap dalam bahasa mana ? Mari kita menguji dan mempelajari lagi dari berbagai sumber mengenai pengertian dan definisi hukum secara lebih komprehensif.
Sebenarnya pengertian hukum telah banyak diartikan atau didefinisikan oleh para ahli hukum. Namun cenderung terlihat sulit untuk disatukan dalam satu pengertian yang bisa diterima oleh semua ahli hukum.

Pengertian Hukum Dari Perspektif Bahasa
Banyak yang tidak tahu bahwa sebenarnya kata “hukum” berasal dari bahasa Arab yaitu huk’mun yang artinya menetapkan.
Sedangkan kalau kita melihat Kamus Besar Bahasa Indonesia hukum diartikan sebagai peraturan atau adat yg secara resmi dianggap mengikat, yg dikukuhkan oleh penguasa, pemerintah, atau otoritas

Pengertian Hukum Menurut Para Ahli Hukum Berbagai Era

Menurut Plato Hukum didefinisikan sebagai tatanan terbaik untuk menangani dunia fenomena yang penuh dengan ketidakadilan. Sedangkan bagi socrates, sesuai dengan hakikat manusia, maka hukum didefinisikan sebagai tatanan kebajikan. Tatanan yang mengutamakan kebajikan dan keadilan bagi umum. Menurutnya Hukum bukanlah aturan yang dibuat untuk melanggengkan nafsu orang kuat ( kontra filsuf Ionia ), nukan pula aturan untuk memenuhi naluri hedonisme diri ( kontra kaum sofis ). Hukum sejatinya adalah tatanan obyektif untuk mencapai kebajikan dan keadilan umum.[1]

Jean bodin memberi definisi hukum adalah penjelmaan dari kehendak negara. Negaralah yang menciptakan hukum, dan negara adalah satu-satunya sumber hukum yang memiliki kedaulatan. Di luar negara menurutnya tidak ada satu orang dan institusi pun yang berwenang menetapkan hukum. Lalu apakah dengan demikian Bodin menjadi penganjur kekuasaan otoritarian ? Meski interpretasi ke arah sana terbuka lebar, namun dalam teorinya tentang hukum, Bodin terkesan tidak sepenuhnya memihak kekuasaan mutlak. Ia masih beregang pada cita hukum alam. Ia membedakan dengan tegas antara perundang-undangan dan hukum. Hukum ( jus ) adalah baik dan adil tanpa perintah. Sedangkan perundang-undangan (Leges) dihasilkan dari penerapan kedaulatan orang yang memerintah.[2]

Pengertian hukum menurut Austin adalah peraturan yang diadakan untuk memberi bimbingan kepada makhluk yang berakal oleh makhluk yang berkuasa atasnya.
Hukum merupakan perintah dari mereka yang memegang kekuasaan tertinggi, atau dari yang memegang kedaulatan. Austin menganggap hukum sebagai suatu sistem yang logis, tetap dan bersifat tertutup. Ajaran Austin sama sekali tidak menyangkut kebaikan-kebaikan atau keburukan-keburukan hukum, oleh karena penilaian tersebut dianggapnya sebagai suatu persoalan berbeda di luar hukum.[3]

Van Kan memberikan definisi hukum sebagai keseluruhan peraturan hidup yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan manusia di dalam masyarakat.[4]

Pengertian Hukum Menurut Ahli Hukum Indonesia

Menurut Mochtar Kusumaatmadja pengertian hukum secara luas seharusnya dipahami tidak saja merupakan keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah, yang mengatur kehidupan dalam masyarakat melainkan meliputi lembaga-lembaga ( Institution ) dan proses-proses ( Processes ) yang mewujudkan berlakunya kaidah-kaidah itu dalam kenyataan.[5]

Sebenarnya teori tentang definisi atau pengertian hukum dikemukakan oleh banyak sekali pakar yang terbagi oleh berbagai zaman diantaranya Teori Hukum zaman klasik, Teori Hukum Zaman Pertengahan, Teori Hukum Era Renaissance, Teori Hukum Era Aufklarung, Teori Hukum Abad ke 19, Teori hukum abad ke 20 dan Teori Hukum di masa transisi. Yang tidak mungkin saya paparkan satu per satu dan hanya saya ambil beberapa contoh.

Meskipun hukum didefinisikan berbeda namun kita bisa menarik garis kesimpulan bersumber dari kesamaan berbagai macam teori yang telah dikemukakan oleh berbagai sumber salah satunya yaitu hukum adalah sarana pembentuk dan pencegah dari ketidakberaturan menuju keteraturan atau ketertiban kehidupan masyarakat. Meskipun demikian hukum yang diterapkan oleh satu negara dengan negara yang lain kadangkala tidak sama karena penentuan pengaturan suatu hal mengenai yang dilarang dan diperbolehkan sangat dipengaruhi oleh politik hukum sebuah negara.

Masih banyak lagi kajian mengenai hukum secara konkrit dan tulisan ini hanya mengartikan dan mendefinisikan pengertian hukum secara universal sebagaimana salah satu ciri filsafat ilmu dan tidak mengartikan secara konkrit dan pembahasan hukum secara konkrit akan dilakukan pada postingan lain.

______________________________________________

[1] Satjipto Rahardjo, Teori Hukum, Cetakan III, ( Genta Publishing/2010 ) hlm.31
[2] Ibid, hlm.65
[3] Otje Salman, Filsafat Hukum : Perkembangan dan Dinamika Masalah, Cetakan Pertama, ( Bandung : PT Refika Aditama  / 2009 ), hlm. 66
[4] Elsi Kartika Sari dan Advendi Simangunsong, Hukum Dalam Ekonomi, Edisi Kedua, ( Grasindo: Jakarta ) hlm.3
[5] I Made Arya Utama, Hukum Lingkungan, Sistem Hukum Perizinan Berwawasan Lingkungan, Cetakan Pertama, ( Pustaka Sutra : Bandung/2007 ) hlm.127

About tommirrosandy

Love Knowledge of law

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: